Di halaman ini
Peran bidang
Bidang Pemasaran Pariwisata memperkenalkan destinasi dan atraksi Indramayu kepada pasar yang lebih luas. Pada masa lalu kegiatan promosi daerah banyak mengandalkan brosur yang dibagikan di kantor dinas. Kini promosi bergeser ke media sosial, konten video pendek, kerja sama dengan pegiat konten, dan penyelenggaraan event. Pejabat dinas sendiri menyebut promosi masif di media sosial turut mendongkrak popularitas sejumlah destinasi.
Lingkup kerja
- Promosi digital. Mengelola konten di media sosial dan situs resmi, memotret destinasi, membuat peta dan panduan.
- Event dan festival. Menyiapkan atau memfasilitasi agenda yang mengundang pengunjung, seperti festival budaya dan mangga serta pawai atraksi. Lihat Kalender Event.
- Kerja sama pemasaran. Menjalin kemitraan dengan biro perjalanan, komunitas, media, dan dinas pariwisata daerah lain, serta dinas pembina tingkat provinsi.
- Informasi wisata. Menyediakan data, brosur, dan bahan presentasi bagi pelaku usaha dan masyarakat.
- Citra daerah. Menjaga narasi Indramayu sebagai kabupaten yang tidak hanya memiliki pantai, tetapi juga budaya, kuliner, dan agrowisata.
Pesan utama promosi
| Pesan | Isi |
|---|---|
| Pantai dan mangrove | Garis pantai lebih dari 140 kilometer dan kawasan mangrove sebagai tujuan ekowisata |
| Wisata keluarga | Agrowisata, waterpark, dan taman rekreasi yang cocok untuk liburan keluarga |
| Budaya hidup | Tari topeng, sintren, tarling, berokan, dan tradisi nadran |
| Rasa dan kerajinan | Mangga gedong gincu, olahan mangga, ikan asin, rengginang, dan batik Paoman |
| Aman dan nyaman | Penerapan Sapta Pesona oleh pengelola destinasi |
Ukuran keberhasilan
Bidang ini mencermati jumlah kunjungan, terutama pada masa libur panjang. Contoh: pada libur Lebaran 2024, dinas memantau 14 lokasi dan mencatat 103.062 wisatawan. Pada libur Lebaran 2025, dari 10 destinasi yang dipantau, enam mengalami lonjakan pengunjung. Datanya ada di Statistik Kunjungan.
Tantangan
Kunjungan tidak selalu naik di semua tempat. Pada 2025, beberapa destinasi justru turun pengunjungnya dan dinas mengevaluasi penyebabnya, mulai dari cuaca, akses jalan, sampai kondisi fasilitas pendukung. Promosi yang kuat perlu diimbangi sarana yang layak. Inilah sebabnya bidang pemasaran bekerja berdampingan dengan Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata.
Kontribusi masyarakat
Pelaku wisata, pengelola, komunitas, dan pengunjung bisa membantu: membagikan foto dan ulasan yang jujur, memakai tagar resmi, menyampaikan info event, dan melaporkan masalah lewat Aduan Pelayanan Publik.
Alat promosi yang dipakai
| Alat | Kegunaan |
|---|---|
| Media sosial dinas | Kabar event, foto destinasi, dan informasi layanan |
| Situs resmi | Informasi lengkap dan pusat tautan layanan |
| Brosur dan peta | Dibagikan di event dan pusat informasi |
| Pameran dan misi dagang | Menjangkau pasar dan pelaku perjalanan di luar daerah |
| Kolaborasi pegiat konten | Menghadirkan sudut pandang pengunjung |
Prinsip konten
Konten yang baik jujur terhadap kondisi lapangan. Foto yang terlalu menjanjikan lalu mengecewakan pengunjung akan berbalik menjadi ulasan buruk. Karena itu bidang pemasaran perlu menerima masukan dari bidang destinasi dan dari pengaduan pengunjung, dan memperbarui informasi ketika ada perubahan tarif atau jam buka.
Tugas menurut Perbup 158/2024
Pasal 10 menetapkan tugas bidang ini: pengembangan strategi pemasaran dan brand pariwisata, promosi pariwisata, serta riset dan analisis data pariwisata. Fungsinya juga mencakup pengembangan potensi pasar kepariwisataan serta identifikasi, klasifikasi, pengumpulan, dan pengolahan data pariwisata. Itulah sebabnya data kunjungan dan riset pasar menjadi bagian dari bidang ini.