Di halaman ini
Pemetaan pengaruh dan kepentingan
Para pemangku kepentingan dipetakan ke empat kuadran berdasarkan pengaruh dan kepentingan terhadap inovasi, lalu masing-masing diberi strategi komunikasi.
| Kuadran | Pengaruh | Kepentingan | Strategi |
|---|---|---|---|
| Promoters | Tinggi | Tinggi | Kelola dengan dekat dan libatkan proaktif |
| Latents | Tinggi | Rendah | Jaga kepuasan lewat koordinasi formal |
| Defenders | Rendah | Tinggi | Beri informasi dan edukasi terus-menerus |
| Apathetics | Rendah | Rendah | Pantau dan edukasi bertahap |
Internal
| Pihak | Kategori |
|---|---|
| Kepala Dinas (mentor) | Promoters |
| Sekretaris Dinas | Promoters |
| Kepala bidang di lingkungan Dispara | Promoters |
| Tim efektif dan UPTD | Defenders |
| Seluruh staf dan pegawai | Defenders |
| Pegawai yang cenderung pasif atau resisten | Apathetics |
Eksternal
| Pihak | Kategori |
|---|---|
| Dinas Komunikasi dan Informatika | Latents |
| Inspektorat Daerah | Latents |
| Bagian Organisasi Setda | Latents |
| Bapperida | Latents |
| Ombudsman | Latents |
| Dinas pembina tingkat provinsi | Latents |
| Polres Indramayu | Latents |
| Kejaksaan Negeri | Latents |
| Mitra tanggung jawab sosial perusahaan dan praktisi IT | Defenders |
| Masyarakat umum dan pengunjung wisata | Defenders |
| Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia | Defenders |
Dukungan yang dikoordinasikan
Rancangan juga mencatat perlunya koordinasi dan dukungan dari pemangku di tingkat provinsi dan pusat: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Barat, Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Jawa Barat, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pariwisata, Ombudsman, Kementerian Ekonomi Kreatif, Badan Kepegawaian Negara, dan Kementerian PANRB.
Tim efektif
| Tim | Fokus |
|---|---|
| Tim administrasi | Dokumen, notulensi, dan bukti fisik kegiatan |
| Tim regulasi | Penyusunan SOP dan batas waktu layanan |
| Tim IT | Arsitektur sistem, keamanan, dan hosting |
| Tim publikasi | Sosialisasi, media cetak dan digital, serta acara peluncuran |
Tim dipimpin pemimpin aksi, dengan kepala dinas sebagai mentor dan widyaiswara sebagai pembimbing metodologi.
Pengembangan kompetensi
| Tim | Kompetensi |
|---|---|
| Administrasi | Mengoperasikan dasbor, etika kerahasiaan data, pengelompokan aduan |
| Regulasi | Menyusun SOP dan merumuskan batas waktu respons |
| Publikasi | Komunikasi, jejaring, kampanye digital |
| IT | Keamanan informasi, hak akses berlapis, pemeliharaan server, perbaikan antarmuka |
Mengapa kolaborasi penting
Satu dinas tidak dapat menyelesaikan semua. Aduan di luar kewenangan perlu dialihkan, kerahasiaan perlu pendampingan teknis, dan kepatuhan perlu dukungan pengawasan. Kolaborasi juga mengurangi biaya: kerja sama dengan mitra tanggung jawab sosial perusahaan dan praktisi IT membantu menekan beban APBD pada fase awal.
Terkait
Tahapan SI-BERANI, SOP dan SLA Pengaduan, Struktur Organisasi.