Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
Lambang Kabupaten IndramayuPemerintah Kabupaten IndramayuDinas Pariwisata, Pemuda, dan OlahragaDispara Indramayu

Pariwisata

Desa Wisata

Desa wisata mengubah potensi kampung menjadi pengalaman bagi tamu, dengan warga sebagai pemilik usahanya.

Sekitar 2 menit baca8 bagian299 kata
Di halaman ini
  1. Apa itu desa wisata
  2. Dukungan dinas
  3. Contoh: Paoman
  4. Unsur desa wisata yang baik
  5. Langkah desa yang ingin berkembang
  6. Peran masing-masing pihak
  7. Tantangan
  8. Mulai dari mana

Apa itu desa wisata

Desa wisata adalah desa yang mengelola kekayaan alam, budaya, dan kerajinannya sebagai daya tarik, dengan warga sebagai pelaku utama. Tamu tidak sekadar melihat, tetapi mencoba: membatik, menanam mangrove, belajar tari, atau makan di rumah warga.

Dukungan dinas

Pemerintah kabupaten membentuk desa wisata dan menambah sarana di beberapa destinasi. Pada tahun 2023, sebanyak 11 desa wisata mendapatkan bantuan pengembangan sarana wisata. Bantuan ini meliputi sarana pendukung yang membuat desa siap menerima tamu.

Contoh: Paoman

Paoman di Indramayu terkenal sebagai sentra batik. Kampung ini awalnya perkampungan nelayan di muara Sungai Cimanuk. Ketika para suami melaut, para istri membatik. Seiring waktu, pembatikan di Desa Paoman berkembang dan kemudian menjadi desa wisata batik khas Indramayu. Pengunjung dapat melihat proses, membeli kain, atau belajar membatik. Cerita lengkap ada di Batik Paoman.

Unsur desa wisata yang baik

UnsurPertanyaan penilaian
AtraksiApa yang unik dan bisa dialami tamu?
Akses dan saranaApakah jalan, toilet, parkir, dan penunjuk arah memadai?
PengelolaAdakah kelompok sadar wisata atau pengelola yang aktif?
ProdukApakah ada kuliner dan oleh-oleh khas?
AturanAdakah aturan kunjungan, tarif jelas, dan tanggung jawab lingkungan?
PromosiApakah desa tampil di media sosial dan kalender event?

Langkah desa yang ingin berkembang

  1. Memetakan potensi dan menentukan satu atau dua atraksi utama.
  2. Membentuk kelompok pengelola dan membagi peran.
  3. Menyiapkan sarana dasar dan standar kebersihan.
  4. Menyusun paket kunjungan dan harga yang jelas.
  5. Mempromosikan lewat media sosial dan event kecamatan.
  6. Mencatat jumlah tamu dan menyampaikannya kepada dinas.

Peran masing-masing pihak

Tantangan

Penelitian menunjukkan partisipasi masyarakat di banyak destinasi masih terbatas, dan fasilitas pendukung belum merata. Desa wisata menjawabnya dengan memberi warga rasa memiliki. Tantangan lain adalah menjaga kualitas ketika tamu bertambah.

Mulai dari mana

Kelompok desa yang ingin berkonsultasi dapat membuka Usaha Pariwisata atau menghubungi dinas lewat Kontak dan Lokasi.