Di halaman ini
BerAKHLAK dalam kerja sehari-hari
BerAKHLAK adalah nilai dasar aparatur sipil negara: Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Di Dispara, nilai ini dirumuskan menjadi hal-hal yang bisa dicek, terutama lewat inovasi pengaduan.
| Nilai | Wujud nyata |
|---|---|
| Berorientasi pelayanan | Keluhan masyarakat direspons cepat dan dicari solusinya |
| Akuntabel | Setiap tiket aduan tercatat dan tidak bisa diubah sepihak |
| Kompeten | Data aduan dipakai untuk memperbaiki fasilitas wisata dan olahraga secara berkelanjutan |
| Harmonis | Pelaporan anonim mencegah gesekan antarpegawai |
| Loyal | Menjaga nama baik instansi dengan menyelesaikan masalah sebelum viral di media sosial |
| Adaptif | Pindah dari buku catatan dan pesan lisan ke sistem digital |
| Kolaboratif | Disposisi lintas bidang dalam satu sistem terpadu |
Asta Cita ke-7
Asta Cita adalah delapan program prioritas pemerintah nasional. Poin ke-7 menyebut penguatan reformasi politik, hukum, dan birokrasi, serta penguatan pencegahan dan pemberantasan korupsi dan narkoba. Dispara mengaitkannya dengan jalur pelaporan terenkripsi yang dapat mendeteksi dini potensi pungutan liar, ketidakdisiplinan, dan benturan kepentingan.
Dari nilai ke tindakan
Budaya lapor
Banyak pelanggaran kecil tidak dilaporkan karena rasa sungkan atau ewuh pakewuh. Dispara memandang budaya ini sebagai hambatan nyata. Solusi yang dipilih: saluran yang tidak meminta identitas, sehingga pegawai maupun warga bisa melapor tanpa takut dibalas.
Disiplin waktu
Keterlambatan, meninggalkan jam kerja tanpa izin, dan absen dari apel disebut sebagai bentuk korupsi waktu. Ini termasuk pelanggaran integritas paling dasar karena merugikan negara dan menambah beban rekan kerja.
Sistem merit
Pembinaan karier harus objektif. Saluran pelaporan yang terpercaya membantu mencegah intervensi subjektif.
Layanan di lapangan
Pungutan di luar tarif resmi di kawasan wisata merusak kepercayaan wisatawan. Pungutan oleh aparatur dapat dilaporkan lewat Whistleblowing System. Lihat juga Aduan Pelayanan Publik.
Kaitan dengan reformasi birokrasi
Pengelolaan aduan yang lemah berdampak pada capaian Reformasi Birokrasi (khususnya Area Pengawasan dan Pengendalian Gratifikasi), nilai SAKIP, dan evaluasi penyelenggara pelayanan publik. Memperbaiki sistem pengaduan berarti memperbaiki banyak penilaian sekaligus. Lihat Kinerja Organisasi dan Whistleblowing System.