Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
Lambang Kabupaten IndramayuPemerintah Kabupaten IndramayuDinas Pariwisata, Pemuda, dan OlahragaDispara Indramayu

Layanan dan SI-BERANI

Whistleblowing System

Cara melapor dan melacak laporan di SI-BERANI: aman, anonim, dan terlindungi, untuk pegawai maupun masyarakat.

Sekitar 3 menit baca11 bagian522 kata
Di halaman ini
  1. Tujuan
  2. Empat jaminan utama
  3. Apa yang bisa dilaporkan
  4. Yang tidak ditangani di sini
  5. Cara melapor, langkah demi langkah
  6. Melacak laporan
  7. Untuk tim pengelola dan admin
  8. Tips menulis laporan yang kuat
  9. Budaya yang ingin dibangun
  10. Rahasia dan tanggung jawab
  11. Lanjut

Tujuan

Whistleblowing system (WBS) adalah sarana menyampaikan dugaan pelanggaran secara aman dan bertanggung jawab. Di Dispara, WBS menjadi bagian dari SI-BERANI dan memperkuat pengawasan internal.

Empat jaminan utama

Anonimtidak wajib mengisi identitas; laporan cukup dipantau dengan nomor tiket
Terenkripsibila identitas dicantumkan, hanya dapat diakses Tim Pengelola WBS
2 arahtim dapat meminta klarifikasi dan pelapor membalas tanpa membuka identitas asli
Ada batastiap tahap penanganan memiliki batas waktu yang dapat dipantau

Apa yang bisa dilaporkan

KategoriContoh
Korupsi atau penyalahgunaan anggaranDugaan penyimpangan penggunaan anggaran
Gratifikasi atau pungutan liarRetribusi di luar tarif resmi, pemberian terkait jabatan
Pelanggaran disiplin pegawaiKeterlambatan, meninggalkan jam kerja tanpa izin, tidak mengikuti apel
Penyalahgunaan wewenang atau jabatanKeputusan yang tidak objektif karena jabatan
Pelanggaran kode etikPerilaku tidak pantas aparatur
Pelanggaran integritas lainnyaDugaan lain di dalam kewenangan dinas

Yang tidak ditangani di sini

Pengaduan kualitas pelayanan publik, fasilitas umum, dan aspirasi masyarakat diarahkan ke SP4N-LAPOR!. Laporan di luar kewenangan dinas, misalnya tindak pidana murni, ketertiban umum, atau jalan kabupaten, dialihkan ke instansi yang berwenang. Lihat Aduan Pelayanan Publik dan SOP dan SLA Pengaduan.

Cara melapor, langkah demi langkah

Untuk perangkat, Anda memerlukan komputer, laptop, tablet, atau ponsel dengan internet, dan peramban terbaru seperti Chrome, Firefox, Edge, atau Safari. Alamatnya siberani.id.

  1. Buka siberani.idDi halaman depan, pilih kartu Informasi Pelanggaran Disiplin dan Integritas (WBS), lalu Buat Laporan WBS. Pengguna juga bisa memakai tombol Lapor Sekarang.
  2. Pilih jenis pelaporPilih Anonim (tanpa identitas, tetap dapat dipantau lewat nomor tiket) atau Dengan identitas (identitas diverifikasi dan dapat dihubungi Tim Pengelola WBS).
  3. Isi rincian kejadianTuliskan kronologi, waktu, dan lokasi, serta kategori dugaan pelanggaran.
  4. Lampirkan bukti dan konfirmasiTambahkan foto atau dokumen bila ada, lalu kirim. Sistem menghasilkan tiket aduan.
  5. Simpan nomor tiketNomor ini dipakai untuk melacak laporan.

Melacak laporan

Buka menu Lacak Laporan, masukkan nomor tiket, lalu pilih Lihat Status Laporan. Anda dapat melihat apakah laporan sudah ditindaklanjuti.

Status laporan

StatusArti
Menunggu VerifikasiLaporan baru diterima dan menunggu pemeriksaan
Butuh Data TambahanTim meminta klarifikasi atau bukti tambahan
TerverifikasiLaporan dinyatakan layak diproses
Ditindaklanjuti BidangLaporan diteruskan ke bidang terkait
SelesaiPenanganan selesai
DitolakLaporan tidak memenuhi syarat, disertai alasan

Untuk tim pengelola dan admin

Pegawai yang diberi akun oleh administrator memakai dasbor khusus. Dasbor itu memuat ringkasan laporan, tren, laporan per status, daftar aduan, serta pengaturan data induk seperti bidang, pengguna, peran dan hak akses, kategori WBS, dan status serta SLA. Pada halaman sebuah aduan, pengelola dapat memilih salah satu tindakan: Teruskan ke Bidang, Minta Data Tambahan, atau Tolak Aduan. Tindak lanjut selanjutnya dilakukan bidang sesuai SOP dan SLA.

Tips menulis laporan yang kuat

  • Sebutkan apa yang terjadi, kapan, di mana, dan siapa yang terlibat, selengkap yang Anda ketahui.
  • Lampirkan foto, dokumen, atau tangkapan layar bila ada.
  • Tulis fakta, bukan dugaan atau penilaian pribadi.
  • Hindari membagikan data pribadi pihak lain yang tidak relevan.
  • Simpan nomor tiket dan cek statusnya berkala.

Budaya yang ingin dibangun

Kendala utama bukan hanya teknis, tetapi juga rasa sungkan atau ewuh pakewuh. Karena itu sosialisasi, teladan pimpinan, dan jaminan perlindungan sama pentingnya dengan aplikasinya. Pelaporan dipandang sebagai bentuk kesetiaan pada instansi.

Rahasia dan tanggung jawab

Pengelola WBS terikat etika kerahasiaan. Pelapor pun diminta bertanggung jawab: laporan palsu atau fitnah dapat berakibat hukum.

Lanjut

SI-BERANI, Keamanan dan Privasi Data, Nilai Dasar ASN dan Asta Cita.