Pemerintah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat
Lambang Kabupaten IndramayuPemerintah Kabupaten IndramayuDinas Pariwisata, Pemuda, dan OlahragaDispara Indramayu

Pariwisata

Wisata Mangrove

Hutan mangrove melindungi pesisir dan membuka wisata edukasi. Karangsong menjadi contoh yang paling dikenal di Indramayu.

Sekitar 2 menit baca7 bagian314 kata
Di halaman ini
  1. Mengapa mangrove penting
  2. Kawasan mangrove Karangsong
  3. Aktivitas yang tersedia
  4. Etika berkunjung
  5. Peluang ekonomi
  6. Tantangan
  7. Rencana kunjungan
Jalur papan di tengah hutan mangrove
Jalur papan di tengah hutan mangrove
Kawasan mangrove Karangsong dari sungai
Kawasan mangrove Karangsong dari sungai

Mengapa mangrove penting

Mangrove menahan abrasi, menjadi tempat berkembang biaknya ikan dan kepiting, serta menyerap karbon. Bagi daerah pesisir seperti Indramayu, kawasan ini bukan hanya objek foto. Ia pelindung kampung dan sumber penghidupan nelayan.

Dinas sejak lama menyebut pengembangan ekowisata hutan mangrove sebagai bagian dari upaya memanfaatkan panjang pantai. Kawasan mangrove dinilai punya banyak potensi sebagai daya tarik tersendiri.

Kawasan mangrove Karangsong

Karangsong berada di Kecamatan Indramayu. Kawasan hutan mangrovenya dapat dinikmati bersamaan dengan Pantai Karangsong yang berada tidak jauh dari lokasi. Pada 2023, Pantai Karangsong tercatat dikunjungi 44.578 wisatawan, salah satu lima teratas di Indramayu.

Pada libur Lebaran 2022, pengelola Karangsong menerapkan sistem buka tutup karena pengunjung yang membludak. Pada libur Lebaran 2025, Karangsong termasuk destinasi yang mengalami kenaikan kunjungan.

Aktivitas yang tersedia

AktivitasKeterangan
Susur hutan mangroveBerjalan atau berperahu di antara akar mangrove
Pengamatan burung dan biotaCocok untuk anak sekolah dan komunitas
Penanaman bibitAktivitas edukasi dan kegiatan sosial perusahaan
FotografiCahaya pagi dan sore membuat lanskap menarik
Wisata pantaiDapat digabung dengan kunjungan ke pantai di dekatnya

Etika berkunjung

  1. Tetap di jalur yang disediakan agar akar dan bibit tidak terinjak.
  2. Jangan memetik atau mematahkan bagian tanaman.
  3. Bawa pulang sampah sendiri.
  4. Tidak memberi makan satwa liar.
  5. Ikuti arahan pemandu setempat.

Peluang ekonomi

Ekowisata mangrove membuka peran bagi warga: pemandu, pengelola perahu, penjual makanan, pengolah produk mangrove, dan pengelola homestay. Bagi desa, inilah cara mengubah tanggung jawab menjaga lingkungan menjadi sumber penghasilan. Konsep ini sejalan dengan Desa Wisata.

Tantangan

Penelitian tentang wisata bahari Indramayu menyoroti bahwa partisipasi masyarakat di berbagai destinasi masih terbatas. Pengelolaan mangrove yang baik membutuhkan keterlibatan warga, aturan kunjungan yang jelas, dan perawatan jalur. Dinas mendorongnya lewat pembinaan dan Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata.

Rencana kunjungan

Kunjungi pagi atau sore hari, bawa topi dan air minum, dan gunakan alas kaki yang aman di jalur basah. Gabungkan dengan Wisata Pantai untuk perjalanan sehari penuh.